Sabtu, 09 November 2013
Selasa, 24 April 2012
Belajar Dari Semut
Satu pelajaran dari semut.
Seberapa banyak kesibukannya, mereka selalu sempat berhenti sejenak untuk menyapa sahabat-sahabat yang mereka kasihi dan mereka sayangi. Baik itu di punggungnya ada benda atau tidak. Mereka tidak pernah lupa untuk “bersalaman” dengan sesamanya.
Dan satu hal yang ingin kulakukan hari ini, yaitu berhenti sejenak dari kepenatan dan kelelahan ku dari kesibukanku keseharian ini untuk menyapa sahabat-sahabatku lewat tulisan ini.
Jikalau dirimu tak ada waktu untuk membalas tulisanku ini, tersenyumlah saat membaca ini.
Gue kangen sahabat-sahabat gue...
Seberapa banyak kesibukannya, mereka selalu sempat berhenti sejenak untuk menyapa sahabat-sahabat yang mereka kasihi dan mereka sayangi. Baik itu di punggungnya ada benda atau tidak. Mereka tidak pernah lupa untuk “bersalaman” dengan sesamanya.
Dan satu hal yang ingin kulakukan hari ini, yaitu berhenti sejenak dari kepenatan dan kelelahan ku dari kesibukanku keseharian ini untuk menyapa sahabat-sahabatku lewat tulisan ini.
Jikalau dirimu tak ada waktu untuk membalas tulisanku ini, tersenyumlah saat membaca ini.
Gue kangen sahabat-sahabat gue...
Aku Sahabatmu
Persahabatan tak ada yang abadi
Tak ada yang sempurna
Walaupun tak seindah yang kita kira
Tanpa sahabat kita tak ada apa-apa
Persahabatan tidak terikat waktu
Kadang senang kadang pula sedih
Meski demikian,
Persahabatan adalah yang terindah
Jangan pernah kau hancurkan sahabatmu
Karena itu teramat menyakitkan baginya
Ingatlah semua yang telah dilalui
Jangan sampai kau menyakiti sahabatmu lagi
Untuk yang kedua kali
Yakinkan aku bahwa kamu memang sahabatku
Dari sahabat gue di SMP.
Puisi ini sengaja gue posting biar momen waktu gue sama sapril lagi berantem masih kerasa. Haha \(^o^)/
Puisi ini sengaja gue posting biar momen waktu gue sama sapril lagi berantem masih kerasa. Haha \(^o^)/
Kesalahan Tanpa Alasan
Saat ku buka mataku
Yang ku lihat hanya kamu
Saat aku terbangun
Hanya kau di sampingku
Setiap aku mengingatmu
Hanya kau yang ada dalam hatiku
Engkau tinggalkan aku
Tanpa kata yang terucap dari bibirmu
Kesalahan yang ku lakukan
Telah membuatmu benci padaku
Inikah kesalahan tanpa alasan
yang kau tujukan padaku
Kini aku sangat berharap
Kau kembali kepadaku
Dengan cinta yang kau bawa
Dari hatimu yang paling dalam
Pengakuan | Sad Ending :')
Namaku Lindy. Sekarang aku kelas 3 SMA. Aku sekolah di salah satu SMA favorit di kotaku. Sekolahku itu merupakan sebuah sekolah Boarding School. Jadi, aku tinggal di asrama sekolah.
Di sini, di sekolahku ini, aku banyak menemukan hal-hal baru yang tidak pernah aku tau sebelumnya. Pengalaman, berbagai macam karakter Guru dan teman-teman, sahabat, bahkan cinta.
Pada saat aku masih kelas 2.
Di kelasku, aku mengagumi seseorang, namanya Edo. Aku kagum sama dia, tapi aku tidak tau apa yang aku kagumi dari dia. Lambat laun, rasa itupun berubah jadi perasaan yang aku tidak tau apa artinya. Banyak yang mengatakan itu ‘cinta’.
Tadinya aku belum menyadari rasa itu. Padahal, kami selalu bersama. Becanda, tertawa, bahkan masalah pribadi pun diceritakannya. Sampai pada suatu hari, sikapku jadi berubah ke dia. Aku jadi marah kalau dia dekat-dekat sama cewek lain. Dan sepertinya dia menyadari hal itu.
Dan… Betapa bodohnya aku. Sikap dia jadi berubah 100%. Sering marah2, sering mengabaikanku, bahkan dia tidak ingin melihatku lagi yang padahal duduk persis di sampingnya. Aku tidak tau apa yang seharusnya aku lakukan agar dia tetap bersikap seperti dulu. Ini salahku.
Pada hari libur semester, aku mencoba untuk menghubunginya lewat telpon. Dijawab. Bahkan dia lupa sama apa yang telah terjadi. Dia cerita tentang keluarganya, kampung halamannya, dan juga menyanyikan sebuah lagu untukku. Merindukanmu-D'massive. Rasanya seperti mimpi.
Dan benar, itu hanya mimpi. Pada saat libur telah berakhir, aku pikir sikapnya bakalan tetap sama seperti dulu. Tapi tidak. Dia tetap dingin padaku. Seperti biasanya. Aku tidak mengerti dengan sikapnya. Aku hanya cewek lemah. Aku tidak sanggup menahan semua ini. Aku tidak sanggup membendung air mataku yangg siap untuk tumpah.
Detik, menit, jam, hari dan bulan terus berjalan. Aku masih tidak bicara (hanya memilih untuk untuk diam) dengannya. Padahal tempat duduk kami bersebelahan. Aku tidak sanggup lagi. Akhirnya, pada suatu malam, aku tidak sengaja mengirim pesan ke dia. Ternyata dibalas. Kami berbalas pesan sampai pukul 12 malam.
Kira-kira sekitar pukul setengah 11 malam, dia bertanya, “Lin, bener nggak sih apa yang mereka bilang ??”
“Yang mana ??”
“Yang dibilang sama temen-temen deket lo…”
“Memangnya apa yang mereka bilang ? Gue beneran nggak tau...”
“Mmmm.. Tentang itu..”
“Apaan sih, Do ? Nggak usah berbelit2 gitu deh !” Aku mulai emosi.
“Tentang perasaan lo ke gue…”
Zzzzz… Sumpah! Badanku kaku. Aku tak bisa berkata-kata. Akhirnya, setelah aku menceritakan kejadian ini kepada teman sekamarku, aku memberanikan diri.
“Iya…”
“Apa alasan lo bisa suka sama gue ?”
“Memangnya cinta itu butuh alasan ya?”
“Yaa… Nggak juga sih… Makasih ya, tapi kenapa lo cinta sama gue ? Bukannya lo udah punya pacar ?”
“Cuma pelarian doang !”
“WHAAAAATT ?? jangan Lin ! Lo harus bisa nerima dia !”
“Kenapa ? Cinta dan sayang gue tuh cuma buat lo, Do. !!”
Pesanku tidak dibalas lagi. Akhirnya aku kirim ke dia, “Edo, lo tenang aja yaa… Gue nggak sejahat itu kok sama cowok. Sekarang gue lagi coba tanpa lo…”
“Hmmm… Bagus lah.”
“Oya, Lo lagi sakit perut ya ? Tadi gue taunya dari temen sekamar lo…”, aku mengalihkan pembicaraan.
“Iya…”
“Ya udah, sekarang lo istirahat aja. Lagian gue juga udah ngantuk nih.. Moga cepat sembuh ya…”
“Makasi yah!”
Yaaahh… Akhirnya. Terungkap sudah.. Aku menyerah. Walaupun tak terbalas. Biarkan rasa ini tetap abadi dihatiku walaupun dia sama yang lain.
~~end~~
Rindu, Indah Di Hatiku
Lihatlah ke depan
Jangan lagi kau menoleh ke belakang
Karena hidup akan terus berjalan
Masa lalu hanya untuk dikenang
Dan ia tak akan menunggumu
Aku ingat
Saat aku terjatuh kau yang meraih tanganku
Dengan tertatih aku berjalan
Saat bersamamu
Merupakan hal terindah yang tak terlupakan
Tapi kini tanpamu
Aku akan berdiri sendiri mencoba menggapai mimpi
Terima kasih rindu
Hadirmu di masa itu membuatku mengerti
Akan makna peristiwa lalu
Terima kasih rindu
Untuk hari-hari lalu
Menjadi sebongkah kenangan yang tak terlupakan
Indah di sini, di hatiku...
Senin, 03 Oktober 2011
Panggung Sandiwara
(ada cerita dibalik lagu ini... hahaha :D)
[intro] D G 2x D C A
D G D G
D G D
Dunia ini panggung sandiwara
Em B Em
Ceritanya mudah berubah
F#m B G Gm D G D G
Kisah mahabrata atau tragedi dari yunani
D G D
Setiap kita dapat satu peranan
Em B Em
Yang harus kita mainkan
F#m B G Gm D
Ada peran wajar dan ada peran berpura-pura
C G D
Mengapa kita bersandiwara
C G D
Mengapa kita bersandiwara
Em B7 Em
Peran yang kocak bikin kita terbahak-bahak
F#m C# F#m A
Peran bercinta bikin orang mabuk kepayang
D G
Dunia ini penuh peranan
D G Gm D
Dunia ini bagaikan jembatan kehidupan
C G D
Mengapa kita bersandiwara
C G D
Mengapa kita bersandiwara
[interlude] Em B7 Em
F#m C# F#m A
C G D
Mengapa kita bersandiwara
C G D
Mengapa kita bersandiwara
D G D G
D G D
Dunia ini panggung sandiwara
Em B Em
Ceritanya mudah berubah
F#m B G Gm D G D G
Kisah mahabrata atau tragedi dari yunani
D G D
Setiap kita dapat satu peranan
Em B Em
Yang harus kita mainkan
F#m B G Gm D
Ada peran wajar dan ada peran berpura-pura
C G D
Mengapa kita bersandiwara
C G D
Mengapa kita bersandiwara
Em B7 Em
Peran yang kocak bikin kita terbahak-bahak
F#m C# F#m A
Peran bercinta bikin orang mabuk kepayang
D G
Dunia ini penuh peranan
D G Gm D
Dunia ini bagaikan jembatan kehidupan
C G D
Mengapa kita bersandiwara
C G D
Mengapa kita bersandiwara
[interlude] Em B7 Em
F#m C# F#m A
C G D
Mengapa kita bersandiwara
C G D
Mengapa kita bersandiwara
Langganan:
Postingan (Atom)
